Banyumas Extravaganza 2017 disebut kehilangan karakter daerah

banyumas-extravaganza-2017-disebut-kehilangan-karakter-daerah.jpg

RasaNewsBerita-Ajang tahunan Banyumas Extravaganza 2017 yang digelar Minggu (13/8) di Alun-alun Purwokerto dinilai semakin kehilangan karakter kedaerahan. Pasalnya, parade jalanan yang diikuti oleh pelajar SMP, SMA dan SMK perwakilan kecamatan dan kelompok umum se-Banyumas ini tak diikat dalam satu benang merah yang mengenalkan identitas atau kekhasan Banyumas pada publik luas.

Salah satu juri Banyumas Extravaganza, Gondrong Gunarto menilai untuk tahun 2017 ini parade jalanan ini justru semakin kehilangan karakter Banyumasannya. Seniman musik asal ISI Surakarta ini menilai, event tahunan tersebut sangat potensial tapi harus dievaluasi secara menyeluruh. Pasalnya, hanya sedikit peserta yang menunjukkan ciri khas Banyumas, baik musik, kostum maupun keseniannya.

Panitia dalam hal ini Pemkab Banyumas, semestinya merangkul orang yang kompeten dalam bidang fashion, seni, koreografi dan unsur pertunjukan lainnya. Sebelum gelaran dimulai, mereka diajak berdiskusi bersama untuk mengemas event tersebut.

“Misalnya dari segi tema, panitia bisa menggali karakter Banyumas. Bisa mengangkat tema tentang cerita rakyat misalnya, seperti Baturraden atau Babad Kamandaka,” ujarnya.

Dalam gelaran ini, seluruh peserta mengenakan busana kreasi dan topeng bertema ‘Topeng Kinclong’. Peserta pawai berjalan dari depan bioskop Rajawali dan berakhir di Jalan Jenderal Soedirman atau depan Alun-alun Purwokerto.

Sementara itu, Kepala Bidang Pariwisata Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Kabupaten Banyumas, Saptono mengaku untuk kegiatan tahun ini pihaknya hanya meneruskan agenda wisata yang sudah dianggarkan sejak tahun lalu. Untuk event Banyumas Extravaganza, pihaknya tidak bisa melakukan perubahan program maupun konsep.

“Itu kan sudah dianggarkan, seperti tema topeng yang kami juga sebenarnya kurang pas. Kami butuh masukan lebih banyak terkait event ini agar ke depannya semakin baik,” kata dia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s